Bermuka Dua

Sunday, December 16, 2012
Dalam kebinasaan rasa ini,
Masih terlalu indah harapan untuk diperjuangkan
Yang harus adalah yang tak harus,
Hanya bisa menyambut mentari pagi
Dengan penuh kenistaan

Tidakkah ada,
Petuah-petuah yang membangun hati
Titah-titah yang lurus
Bukan untuk mencuri,
Bukan untuk bermuka dua

Dan hatimu masih bermuka dua
Dalam ketakutannya berbohong,
Juga seraut wajah yang cemas
Demi tuhan yang kau puja

Selalu,
Perut setanmu meminta
Kecukupan tak lagi cukup
Seperti darah mengucur deras
Dari urat-urat nadi

Maka kepicikan menguasai
Bergelayut di relung hati
Mencengkeram jantungmu
Menjadi tulang kakimu,
Tanganmu
Hingga kau bermuka dua

Entalah,
Semakin sulit membunuhmu
Karena sama saja membunuhku
Keteraturan itu hanya ada dalam fatamorgana
Dalam benak orang-orang bodoh belaka

No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!