Kekasih Dalam Penantian

Aku melihat harapan di matamu,
Namun, akan segera sirna di ujung rasa rindumu yang tak bertahta

Aku berada di dalam reruntuhan istana cintamu,
yang kau bangun begitu megah di hatimu.

Di Antara Hujan dan Badai

Aku di antara hujan dan badai
Keduanya mengikuti hingga malam, dalam mimpi dan terjaga
Membangunkan di kala mentari sedang malas untuk tersenyum
Membawa keriuhan dalam hati yang sedang mati

Kau Pilih Dia

Pelangi yang indah itu kini tertiup angin kencang,
Riuh,
Kabut hitam menampak di segala pandang
Dan sepi menusuk-nusuk tulang
Mengiris-iris daging ini
Menghentikan setiap aliran darah di penghujung sel-sel kaku
Hanyalah, air mata yang masih mengalir deras