Aku adalah Semut

Aku adalah semut.
Di jalan, terjal, perang, aku sembunyi.
Di lereng, licin, curam, aku berlari.
Di jurang, dalam, sunyi, aku bernyanyi.
Ditikam, derita, sedih, aku berdiri.
Sebuah makna yang ingin kudapati,
atau kesia-siaan yang tak berujung.
Kebahagiaan,

Tak Pernah Berhenti (RaSa Hatiku VII)

Aku tersenyum sepi bersama lantunan musik yang menerpa dinding-dinding kamar.
Adalah rekaan tentang wajahmu
yang membuat decit kipas angin bercerita sunyi.
Sementara detik jam dinding menungguku,
menghitung mundur layaknya bom akan meledak.
Aku yang enggan beranjak,
masih dalam spektrum yang sama dengan ronamu.
Walau aku terasing.

Masih dalam Mimpi

Apakah aku terlalu ingin melampaui mimpiku? Menerawang sampai terkelupas ujung-ujung sarafku? Ini adalah sebuah mimpi yang terperangkap dalam tidur. Membuat aku semakin nyenyak memikirkannya. Dan bangun dalam kemalasan. Bantal dan guling masih enggan untuk ditinggalkan.