Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Tuhanku telah Mati

Sunday, February 12, 2017
Tuhanku telah mati
sejak aku membelanya
sejak aku tak terima ketika Ia dihina
sejak Ia tak punya daya
menghukum mereka yang menghina.

Mendadak Kafir

Sunday, January 1, 2017
Semalam, aku mendadak kafir
Sebuah terompet kutiup kencang
Sekencang caramu berpikir dangkal
Sekacang yakinmu kepada Tuhan

Sang Pelupa

Wednesday, March 23, 2016
Kita adalah sang pelupa
Yang sengaja dilupakan
Dari ingatan tentang surga
Dari ingatan tentang neraka
Dari ingatan tentang jiwa

Sanggama

Sunday, September 22, 2013
Ketika pagi menjelang,
beranjak meninggalkan tempat tidurmu,
dan bersetubuh dalam genggaman cemas akan takdir hari ini.
Semangat yang nyaris tiada henti
mencumbui raga yang mengenyangkan perutmu.
Sedang jiwamu meronta,

Rentan

Thursday, June 6, 2013
Menapak kaki kaku dalam keakuan
Yang terasa aku dan semakin aku,
Menanti kaki-kaki lain mengikuti kakiku,
Menuju ruang kehampaanku.

Karena kau adalah kakiku

Tuhan Telah Mati

Saturday, December 1, 2012

Nafas-nafas yang berhembus
Berpikir Tuhan akan menolong
Mencabut kerisauan
Menyapu debu hati
Sayang Tuhan telah mati

Yang paling sempurna
Adalah wujud yang paling bodoh
Dari yang sempurna
Menemui-Nya dalam ketololan
Menengadah dengan kelupaan

Tuhan telah mati
Sejak Dia takdirkan kebodohan
Memuja-Nya dalam penuh rasa
Yang membiru,
Meng-aku-kan menjadi benar

Tuhan telah mati
Bersama lantunan lagu-lagu indah
Dan terus bercerita
Tentang kebodohan
Tentang pengorbanan
Berakar pada hati yang paling kosong
Memenuhi ubun-ubun
Menyumbat saraf-saraf yang jujur

Tuhanmu Ingkar

Wednesday, November 28, 2012
Jalanmu yang begitu lurus
Dalam pandangan tak terbuai
Keheningan hatimu
Kerendahanmu, tak kan disombongkan
Dengan keduniaan
Hanya, satu jalan yang penuh kenikmatan
Berjalan seiring penderitaan dan cobaan
Hatimu dalam ikhlas.

Kepelikan apa yang mengurungmu
Pada nyatanya
Hingga kau tak melihat
Kekacauan pada jalanmu
Yang sebenarnya telah bercabang-cabang
Menderitakanmu

Lihatlah pada jalanmu
Endapkan segala kemunafikan
Rasakan,
Ada cahaya yang merisaukan hati
Dalam ketidak teraturannya
Yang indah dari mulut ke mulut

Ketuklah setiap pintu yang kau temui
Tanyakan pada mereka,
Dimana surga itu
Maka, dikata oleh mereka
Surga berada dalam hatimu
Ketika segalanya kau endapkan
Dan segalanya kau biarkan
Pada rasamu yang paling kosong
Kehampaanmu dari ingatanmu
Dan lihat,
Tuhanmu ingkar.

Jalan-Mu

Wednesday, August 3, 2011
Alunan nada yang melambai
Melantunkan syair indah

Ketika jiwa ini kering
Meradang panas tanpa iman
Kesejukan lantunan qur'an yang merindukan
Hati ingin meraihnya

Hari yang begitu lekas pergi
Tak sedikitpun tinta kebaikan
Tergores dalam kertas amal
Lalu,
Masihkah Tuhan memberi tangan-tangan dingin-Nya
Memberi salju penyejuk dan pengampunan

Betapa sombong diri ini
Melangkah di bumi ini dengan mendangak
Memamerkan bunga-bunga kekayaan
Gengsi yang begitu mencuat
Mengalahkan hasrat untuk mengingat-Nya

Dan ketika hati ini tersentuh
Kenapa tak ada daya untuk mengubahnya
Mengukir kembali mutiara iman
Tuhan,
Beri aku kekuatan untuk membunuh nafsuku
Menegakkan megahnya nama-Mu
Mengagungkan kebesaran-Mu
Kembali ke jalan-Mu