Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Jagoanku

Tuesday, May 9, 2017
Jagoanku,
Meskipun kalah
Jangan pernah patah,
Jangan pernah menyerah.

Kantong Mata

Wednesday, February 1, 2017
Selamat pagi kamu
wahai kantong mata yang makin menebal
kian hari kian mengekar
dan dengan egois menggusur tempat pipi tua itu
menambah sempit mata sayu itu
hingga memandang pun tak lagi terang
tertutup risau dan takut
pada kebenaran
pada keadilan
yang seharusnya waktu itu
kau tegakkan, kau jadikan Tuhan, bukan?

Aku Ingin Pulang

Saturday, January 2, 2016
Bukannya aku menyerah
Atau lari dari semua masalah
Tetapi aku hanya ingin pulang
Mengubur semua harapan
Agar aku tak terlalu bermimpi indah di kala tidur malam
Agar aku menyadari
Bahwa aku ingin pulang
Kembali ke suasana sejuk yang telah hilang
Kembali ke jalan terjal namun tentram

Air Surga-ku

Friday, August 31, 2012
Setiap pandangan matamu
Adalah warna yang berbeda
Begitu juga yang lainnya
Karena aku bukan emas yang disukai
Tapi aku batu hitam yang terbuang

Setiap sel sarafku memikirkanmu
Dan yang lainnya
Memikirkanku
Akan aku di matamu dan lainnya
Memberi cahaya yang mungkin menggelapkan
Bagimu, karena pikirmu tentang ku

Nantinya
Sedikit impuls pada sarafmu
Akan mengatakan padamu
Bahwa jalan pikiranku
Adalah air surgaku padamu
Dan pada yang lainnya

Aku hanya menunggu saat-saat itu
Saat pikirku habis,
Tapi takkan habis air surgaku mengaliri kerongkonganmu
Dan hatimu berkata,
"Aku butuh air surgamu"

Aku Masih Percaya Itu

Sunday, July 22, 2012
Mengira kau adalah dewiku
Membuat ku memikirkanmu
Seakan menangkapmu saat kau terjatuh
Menangkap setiap butiran air matamu

Pikirku melayang
Mungkin aku sudah jatuh
Dalam permainanmu

Setiap apa yang kau bisik
Aku percaya itu
Setiap apa yang kau lihat
Aku percaya itu
Setiap apa yang kau dengar
Aku percaya itu
Dan aku masih percaya itu

Besok mungkin bulan tak seindah malam ini
Saat kau coba mengotak-atik
Apa yang di pikirku
Dan membalikkan pandanganku
Ke bintang itu
Yang jauh dan menghilang

Hatiku, Pikirku, Padamu

Tuesday, July 10, 2012
Bukan perasaan yang sering ku korbankan
Namun kemunafikan itu selalu menipuku
Kekecewaan bukan berarti musuh yang aku hindari
Kejujuran bukan selalu aku dekati
Munafik itu mungkin tuhan kalian
Tapi aku hanya orang yang benar
Benar-benar dalam kemunafikan

Sekarang, aku takkan malu
Karena malu adalah penyesalan
Hanya sekedar berbuat seperti apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu

Tak bisa kupungkiri
Terus terang mungkin melegakan
Munafik itu menyakitkan
Menahan apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Adalah menyakitkan
Adalah penyesalan

Munafik itu bukan strategi
Mencari cinta sejati
Berburu cinta sejati adalah
Mengungkapkan, apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Bukan mendustainya

Aku adalah seburuk-buruknya manusia
Yang mencoba untuk selalu mengungkapkan
Apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Meski tak seutuhnya
Semua akan jadi milikku
Karena mungkin Tuhan menciptakanmu bukan untukku
Dirinya bukan untukku
Apapun bukan untukku
Tapi Tuhan menciptakan
Apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Adalah benar

RaSa Hati-ku

Saturday, June 2, 2012
Ku tengok setiap lorong keindahan dalam hatiku
Terlihat terang dan indah dalam memoriku
Masa lalu
Yang selama ini ingin dilupakan

Namun, apakah kau tahu RaSa Hati-ku
Bahwa selama ini aku rindu
Setiap hidup yang aku tuju
Selalu berakhir di ujung RaSa Hati-ku
Setiap cinta yang menghampiriku
Tak seindah bersama RaSa Hati-ku

Jika kau tahu RaSa Hati-ku
Penyesalan membuka mataku
Bahwa aku butuh kamu
Untuk hidupkan RaSa Hati-ku

Ku tahu, hatimu tak lagi satu
Aku pun juga tak satu
Namun, jika kau tahu RaSa Hati-ku
Ku rela menghapusnya
Dan kembali menulis cerita bersamamu

Ku sadar
Kau adalah melati pertama yang aku petik
Yang aku impikan
Dan selalu ku perjuangkan
Dan RaSa Hati-ku
Masih sama kuatnya seperti dulu
Meski, beribu gelombang menerjangku
Tak sekuat getaran cintaku padamu
Duhai RaSa Hati-ku