Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

MERDEKA DALAM UTANG

Monday, August 14, 2017
Merdeka!
Pekikan yang menggema
di langit nusantara
di masa itu
di kala kita masih muda
waktu masih punya daya untuk bicara lantang
tentang benar
tentang keberanian
tentang kemandirian yang gagah

Aku Hilang

Aku hilang dalam terang
menjemput jiwaku yang tenggelam
terperosok dalam jurang keramaian
tandailah aku
tandailah aku

Setetes Air Mani

Tuesday, June 27, 2017
Dari setetes air mani aku terjadi
begerak melesat tak takut mati
mencari jiwa setengah lagi
kutemui ia di dalam tuba fallopi
aku menang sebab naluri.

Kartini Masa Kini

Saturday, May 6, 2017
Kau
Adalah Kartini,
tegak tubuhmu, melawan badai,
yang menerpa hatimu setiap hari,
yang menghunjam rasa sangat pedih.
Tetapi, kau tetap gigih berdiri.

Budak-budak Teknologi

Saturday, March 18, 2017
Kita adalah budak-budak teknologi,
terjebak dalam jaringan yang tak ingat mati,
memuja postingan yang menyentuh hati,
mengutuk orang tanpa bersaksi.

Apalah Jadinya

Sunday, February 12, 2017
Apalah jadinya
jika kau sudah terapung
di bantaran sungai itu hidupmu menggantung
berkecimpung dalam sampah dan air kotor sungai ciliwung,
lalu,
ada yang ingin membuatkan rumah apung
padahal undang-undang tidak mendukung
hanya ingin cari suara banyak dengan menikung

Kantong Mata

Wednesday, February 1, 2017
Selamat pagi kamu
wahai kantong mata yang makin menebal
kian hari kian mengekar
dan dengan egois menggusur tempat pipi tua itu
menambah sempit mata sayu itu
hingga memandang pun tak lagi terang
tertutup risau dan takut
pada kebenaran
pada keadilan
yang seharusnya waktu itu
kau tegakkan, kau jadikan Tuhan, bukan?

Mendadak Kafir

Sunday, January 1, 2017
Semalam, aku mendadak kafir
Sebuah terompet kutiup kencang
Sekencang caramu berpikir dangkal
Sekacang yakinmu kepada Tuhan

Dunia adalah Penjara

Sunday, September 25, 2016
Dunia adalah penjara
Memenjarakan pikiran sempit semata
Mengklasifikasikan manusia
Warna kulit, ras, suku, dan agama
Seperti telah,
Memisahkan jiwa dari rasa manusia
Mengotori jiwa dengan rasa benci ketika beda

Puisi dari Nenek Penjual Kerajinan Bambu

Wednesday, July 13, 2016
Di sinilah aku
Duduk bersama setumpuk harapan
Dan berselimut dalam kecemasan
Akan takdir yang hendak kuhadapi hari ini
Takdir yang tak mungkin mengubah status sosialku
Takdir yang selalu mengasingkanku

Selamat Pagi

Wednesday, June 29, 2016
Aku adalah pagi
Yang menjelma dalam dingin
Memeluk erat kemalasanmu
Bersama kantuk yang menjalu semangatmu
Kian waktu kian menggancu mimpi
Sampai habis waktu karyamu.

Topeng

Friday, May 27, 2016
Di belahan bumi mana kau berpijak
Di belahan bumi mana kau menapak
Di setiap senyum-senyum yang berpendar
Seolah membiaskan kebencian yang mengakar
Menjadikan sebuah topeng untukmu
Yang merampas rasa nyamanmu

Jika Waktu Telah Usang

Sunday, May 22, 2016
Jika waktu telah usang
Masihkah ada tersisa di hatimu?
Sebuah rasa kasih sayang
Atau hanya dendam yang membiru
Tersulut hati bila dikenang
Menyayat diri dengan sembilu

Oh Negeriku

Saturday, May 21, 2016
Oh negeriku,
Negeri yang kata orang sana
adalah negeri yang ramah,
tetapi kenapa?
kau menjadi garang dengan saudaramu sendiri
menjadi bengis pada tumpah darahmu sendiri
menjadi begal terhadap bangsamu sendiri
sikut-menyikut untuk kepentinganmu sendiri

Oh negeriku,
Kekonyolan apa yang sedang kau cari?
Tidakkah kau malu?
Bertingkah seperti sekumpulan anak kecil
Berebut mainan
Berebut perhatian

Oh negeriku,
kenapa mudah sekali kau dihasut dan diadu?
kenapa kau senang sekali tercerai berai?
Kenapa kau lebih senang berperang hanya karena perbedaan?
Kenapa?
......
Kenapa?
......

Yang Mulia

Monday, January 4, 2016
Yang Mulia
Kemuliaan yang seperti apa yang kalian lakukan
Kemuliaan apa yang membuat kalian disapa demikian
Lelucon macam apa sebenarnya ini
Bagimana bisa seorang pembantu tetapi menduduki kursi raja
Bagaimana bisa seorang pembantu lebih tinggi derajatnya
Otoriter dan absolut yang lebih halus, alih-alih demokrasi
Demokrasi yang tolol

Si Anjing Pintar

Tuesday, October 13, 2015
Ada anjing pintar
Tetapi tak sepintar tuannya
Taringnya tajam
Bagai bilah pisau yang mecerucup dari rahangnya
Tetapi taring tuannya lebih tajam
Dalam senyum yang menyeringai
Menebar roda-roda opini
Menggilas beberapa semut hitam

Pagi Ini Alarm Terlalu Cepat Berbunyi

Monday, April 13, 2015
Pagi ini alarm terlalu cepat berbunyi
Menggantikan suara-suara dengkuran

Apa gerangan yang terjadi?
Di saat shubuh masih dalam antrean
Mimpi

Dosa dari Sebuah Kejujuran

Thursday, January 23, 2014
Masih
Sering terdengar
Lantunan getaran merdu
Dari rongga jiwamu yang ingin pergi
Ternyata masih di sini
Sebuah ikatan membelit tanya
Akan dosa dari sebuah kejujuran

Belum Ada Judul

Wednesday, November 27, 2013
Air yang membasahi tanah ini.
Kini tumbuh sekolompok rumput ilalang.
Bergumul dengan beberapa pohon padi,
menjepit akarnya hingga buahnya tak menunduk lagi.

Tamak

Friday, September 20, 2013
Di dunia mana lagi akan berpijak, jika tamak memenuhi hati.
Helaan nafas yang mengangkat kepala adalah kaki yang melumpuh.
Genggaman tangan yang merengkuh dunia tanpa ruh kesejukkan.
Segala mata enggan untuk bertatap, menoleh dengan liarnya.
Mati pun tak pantas sebagai pelarian.
Sebab air mata hanyalah bumbu-bumbu kemunafikan.