Showing posts with label Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Tuhan. Show all posts

Tuhanku telah Mati

Sunday, February 12, 2017
Tuhanku telah mati
sejak aku membelanya
sejak aku tak terima ketika Ia dihina
sejak Ia tak punya daya
menghukum mereka yang menghina.

Mendadak Kafir

Sunday, January 1, 2017
Semalam, aku mendadak kafir
Sebuah terompet kutiup kencang
Sekencang caramu berpikir dangkal
Sekacang yakinmu kepada Tuhan

Kita Terlahir dari Desahan Kenikmatan

Tuesday, March 1, 2016
Ingatkah engkau saat kau masih enggan
menjaga santun dan kekakuan
mencegah kaki agar tak berdiri
terlalu munafik dalam opini.

Sang Kala

Wednesday, July 10, 2013
Dan demi senja yang merindukan pagi
Aku melangkah ke gelapan malam
Yang entah masih adakah harapan akan esok pagi
Masihkah akan melihat senyummu ?
Yang merekah di antara dua bukit kemenangan pagi

Untukmu Kekasih

Thursday, June 6, 2013
Tiada yang lebih indah di hari ini kekasih,
Selain senyum sapamu
yang menghembuskan nafas ke paru-paruku.
Aku menghirup baumu yang semerbak
menggugah jantungku untuk berdegup kencang

Meski,

Menjemput Kekasih

Thursday, April 4, 2013
Aku bertemu denganmu kekasih,
di dalam garis yang tak pernah putus
dan selalu berkelok-kelok di tepian jurang keindahan
yang memisahkan jiwa & ragaku.

Suaramu yang mendesah-desah
memanggil
melalui kicauan burung
yang terbang mendekatiku,

Karya Abadi

Thursday, January 24, 2013
Di saat embun tak menetes
Dan angin tak mau terbang lagi
Gundah mengganggu hati.
Berceceran pula
Potongan-potongan kertas
Di sana tertulis tentang rasa haus

In The Dark And You’re The Light


I want, always find you in the dark and the light.
But I always in the dark and you're the light,
your eye burn me and blow the black dust.
And i'm running to confess, in a piece of peace.

Keabadian


Aku senang karena aku berpikir
Aku sedih karena aku berpikir

Dan apakah aku sesat jika aku bepikir?
Bukankah kebenaran itu ada di akalmu?
Yang diwariskan oleh keabadian

Kekasih yang Tak Terjangkau

Wednesday, January 23, 2013
Diksi-diksi indah pun tak dapat menjelaskan indahnya dirimu.
Sungguh, 
Aku terjebak dalam kata-kata dalam mengungkapkan indahnya dirimu.
Yang tak tersentuh.
Mungkin hanya melalui kematianlah aku mampu mewujudkanmu dalam benak ini.

Tuhan

Friday, December 14, 2012

Apa yang menjadi titahnya
Adalah hidup dalam sederhana
Dalam bait-bait derita
Namun bermakna

Apakah kau temukan tuhan dalam hatimu?,
Ataukah kau menuhankanmu sendiri?.

Tuhan Telah Mati

Saturday, December 1, 2012

Nafas-nafas yang berhembus
Berpikir Tuhan akan menolong
Mencabut kerisauan
Menyapu debu hati
Sayang Tuhan telah mati

Yang paling sempurna
Adalah wujud yang paling bodoh
Dari yang sempurna
Menemui-Nya dalam ketololan
Menengadah dengan kelupaan

Tuhan telah mati
Sejak Dia takdirkan kebodohan
Memuja-Nya dalam penuh rasa
Yang membiru,
Meng-aku-kan menjadi benar

Tuhan telah mati
Bersama lantunan lagu-lagu indah
Dan terus bercerita
Tentang kebodohan
Tentang pengorbanan
Berakar pada hati yang paling kosong
Memenuhi ubun-ubun
Menyumbat saraf-saraf yang jujur

Tuhanmu Ingkar

Wednesday, November 28, 2012
Jalanmu yang begitu lurus
Dalam pandangan tak terbuai
Keheningan hatimu
Kerendahanmu, tak kan disombongkan
Dengan keduniaan
Hanya, satu jalan yang penuh kenikmatan
Berjalan seiring penderitaan dan cobaan
Hatimu dalam ikhlas.

Kepelikan apa yang mengurungmu
Pada nyatanya
Hingga kau tak melihat
Kekacauan pada jalanmu
Yang sebenarnya telah bercabang-cabang
Menderitakanmu

Lihatlah pada jalanmu
Endapkan segala kemunafikan
Rasakan,
Ada cahaya yang merisaukan hati
Dalam ketidak teraturannya
Yang indah dari mulut ke mulut

Ketuklah setiap pintu yang kau temui
Tanyakan pada mereka,
Dimana surga itu
Maka, dikata oleh mereka
Surga berada dalam hatimu
Ketika segalanya kau endapkan
Dan segalanya kau biarkan
Pada rasamu yang paling kosong
Kehampaanmu dari ingatanmu
Dan lihat,
Tuhanmu ingkar.