Showing posts with label sentilan. Show all posts
Showing posts with label sentilan. Show all posts

MERDEKA DALAM UTANG

Merdeka!
Pekikan yang menggema
di langit nusantara
di masa itu
di kala kita masih muda
waktu masih punya daya untuk bicara lantang
tentang benar
tentang keberanian
tentang kemandirian yang gagah

Budak-budak Teknologi

Kita adalah budak-budak teknologi,
terjebak dalam jaringan yang tak ingat mati,
memuja postingan yang menyentuh hati,
mengutuk orang tanpa bersaksi.

Tuhanku telah Mati

Tuhanku telah mati
sejak aku membelanya
sejak aku tak terima ketika Ia dihina
sejak Ia tak punya daya
menghukum mereka yang menghina.

Kantong Mata

Selamat pagi kamu
wahai kantong mata yang makin menebal
kian hari kian mengekar
dan dengan egois menggusur tempat pipi tua itu
menambah sempit mata sayu itu
hingga memandang pun tak lagi terang
tertutup risau dan takut
pada kebenaran
pada keadilan
yang seharusnya waktu itu
kau tegakkan, kau jadikan Tuhan, bukan?

Mendadak Kafir

Semalam, aku mendadak kafir
Sebuah terompet kutiup kencang
Sekencang caramu berpikir dangkal
Sekacang yakinmu kepada Tuhan

Adalah Singa

Adalah singa
Yang terpisah dari kawanannya
Atau singgasananya?
Menyendiri dalam durja
Terasing dalam ketidakberdayaannya

Adalah singa
Mencoba merengkuh lagi
Menampakkan kuku tajamnya lagi
Menampakkan taring besi
Agar para rusa tahu keberadaanya kini
Agar kawanan zebra segara berlari

Dan,