Asa Yang Tertunda

Citra membayang di mata
Bagaikan flora yang beraneka
Begitu indah namun fana

Prolog hingga epilog yang elok
Bola pejal yang penuh makna
Tak hanya Ekspresi tapi juga Impresi
Bukan imitasi, tapi imajinasi

Benang kusut yang kini pecah
Begitu mudah, namun elusif
Ilusi tentang Cinta..
Seperti Virulen yang meracun raga

Kini ku gembira
Dalam intonasi yang tersendat-sendat
Separasi hati telah menjalar
Tak pernah mencoba untuk mengerti
Dan hanya menikmati
Asa yang tertunda

No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!