Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

01 October 2021

Puisi: Cicak Telah Mati



Dulu engkau kukagumi

Wahai cicak yang berada di sangkar buaya

Ekormu selalu tumbuh lagi

Meski sering putus digigit buaya

Terus menerus terulangi

Semangatmu adalah harapan negara

Di tengah badai dan budaya korupsi

Engkau tangguh berdiri bak punya banyak nyawa


Dulu, kau adalah obat

Penyakit birokrasi yang telah sekarat

Sebab kanker "nguntit duit rakyat"

Sudah susah kembali sehat


Kini, kau telah mati

Setelah diracun berkali-kali

Meski kami bantu dengan petisi

Nyatanya nyawamu tetap dihabisi

Oleh skenario yang begitu rapi dan penuh ambisi

Kematianmu, duka mendalam bagi kami


Oh cicak yang berteguh hati

Selamat tinggal dan sampai berjumpa lagi



Jakarta, 01 Oktober 2021

Baca >>

09 March 2019

Senja di atas Langit Jakarta


Senja di Atas Langit Jakarta (Jakarta, 7 Januari 2017, Waktu Senja)

Jadilah indah seperti langit,
yang dalam sunyinya,
tak pernah berhenti menampakkan keindahannya di kala senja.
Baca >>

23 November 2017

Wahai Ketua Umum Partai Golkar

Rasanya aku ingin berkata kasar
Sebab aku sudah gusar
Menyaksikan dramamu yang tak kunjung kelar
Kau anggap korupsimu hanya kelakar
Baca >>

14 August 2017

Merdeka dalam Utang



Merdeka!
Pekikan yang menggema
di langit nusantara
di masa itu
di kala kita masih muda
waktu masih punya daya untuk bicara lantang
tentang benar
tentang keberanian
tentang kemandirian yang gagah
Baca >>

09 May 2017

Jagoanku

Jagoanku,
Meskipun kalah
Jangan pernah patah,
Jangan pernah menyerah.

Baca >>

12 February 2017

Apalah Jadinya

Apalah jadinya
jika kau sudah terapung
di bantaran sungai itu hidupmu menggantung
berkecimpung dalam sampah dan air kotor sungai ciliwung,
lalu,
ada yang ingin membuatkan rumah apung
padahal undang-undang tidak mendukung
hanya ingin cari suara banyak dengan menikung
Baca >>

Tuhanku telah Mati

Tuhanku telah mati
sejak aku membelanya
sejak aku tak terima ketika Ia dihina
seolah Ia tak punya daya
menghukum mereka yang menghina.
Baca >>

01 February 2017

Kantong Mata

Selamat pagi kamu
wahai kantong mata yang makin menebal
kian hari kian mengekar
dan dengan egois menggusur tempat pipi tua itu
menambah sempit mata sayu itu
hingga memandang pun tak lagi terang
tertutup risau dan takut
pada kebenaran
pada keadilan
yang seharusnya waktu itu
kau tegakkan, kau jadikan Tuhan, bukan?
Baca >>

22 November 2016

Adalah Singa

Adalah singa
Yang terpisah dari kawanannya
Atau singgasananya?
Menyendiri dalam durja
Terasing dalam ketidakberdayaannya

Adalah singa
Mencoba merengkuh lagi
Menampakkan kuku tajamnya lagi
Menampakkan taring besi
Agar para rusa tahu keberadaanya kini
Agar kawanan zebra segara berlari

Dan,
Baca >>

04 November 2016

Wahai Bangsaku

Wahai bangsaku yang terkenal ramah
Jangan ikuti amarahmu
Jangan ikuti nafsumu
Jangan perlihatkan bahwa atas nama iman
Atas nama Tuhan
Engkau berlaku anarki
Baca >>

13 July 2016

Puisi dari Nenek Penjual Kerajinan Bambu



Di sinilah aku
Duduk bersama setumpuk harapan
Dan berselimut dalam kecemasan
Akan takdir yang hendak kuhadapi hari ini
Takdir yang tak mungkin mengubah status sosialku
Takdir yang selalu mengasingkanku
Baca >>

07 April 2016

Pion-Pion Yang Terbuang


Kita adalah pion-pion yang terbuang
Dikorbankan oleh sang tuan
Demi mendapat kemenangan
Dan menutupi kecurangan
Dalam senyum kepicikan

Kita adalah  pion-pion yang termakan
Oleh rayuan setan
Dan menjadi bagian terdepan
Menjaga kehormatan sang tuan
Menjadi tumbal keserakahan

Kita adalah pion-pion tak berdaya
Sering dipandang sebelah mata
Menjadi pelengkap di arena
Bersama kuda-kuda yang lupa
Kemudian mati dalam penjara

Sedang, di sana tuan masih tertawa
Lantang..
Baca >>

22 March 2016

Nyanyian Belalang

Surabaya memanas
Pergi saja ke Malang
Agar hatimu tenang
Dari risau kenangan
Sebuah kegagalan
Baca >>

Gema dari Bukit Hambalang

Dibalik rumput ilalang
Kemegahan akan kegagalan menjulang
Sisa-sisa proyek tuan
Yang biasa baper main twitter-an
Baca >>

04 January 2016

Yang Mulia

Yang Mulia
Kemuliaan yang seperti apa yang kalian lakukan
Kemuliaan apa yang membuat kalian disapa demikian
Lelucon macam apa sebenarnya ini
Bagimana bisa seorang pembantu tetapi menduduki kursi raja
Bagaimana bisa seorang pembantu lebih tinggi derajatnya
Otoriter dan absolut yang lebih halus, alih-alih demokrasi
Demokrasi yang tolol
Baca >>

13 October 2015

Si Anjing Pintar

Ada anjing pintar
Tetapi tak sepintar tuannya
Taringnya tajam
Bagai bilah pisau yang mecerucup dari rahangnya
Tetapi taring tuannya lebih tajam
Dalam senyum yang menyeringai
Menebar roda-roda opini
Menggilas beberapa semut hitam
Baca >>

20 June 2015

Sebaiknya Kau Turun

Wahai elang yang terkekang
Adakah kebodohan menyelimutimu
Hingga kau terus terbang
Mengepakkan sayap dengan bangganya
Dan terus memekikkan suara-suara lantang
Tentang dunia yang kau perbaiki
Baca >>

13 April 2015

Pagi Ini Alarm Terlalu Cepat Berbunyi

Pagi ini alarm terlalu cepat berbunyi
Menggantikan suara-suara dengkuran

Apa gerangan yang terjadi?
Di saat shubuh masih dalam antrean
Mimpi
Baca >>

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi