Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

28 August 2021

Puisi: Cinta Terlampau Rumit

 


Tenggelam ragaku

Di antara gedung-gedung pencakar langit

Bergulat dengan cinta yang rumit

Mencintai hidup atau duit

Keduanya menjagaku tetap bangkit

Mengetuk-ngetuk jiwa yang telah lama sakit

Karena lelah memikul beban selangit

Serta bertahan dalam kondisi yang sulit

Terhimpit

Mewujudkan mimpi orang yang berduit

Sementara mimpiku sendiri, 

Hanya termanifestasi dalam kredit


Aku mencintaimu wahai mimpi yang rumit

Siang malam sudah tak mampu ku menjerit

Sebab pagi ada harapan duit

Meski harus ku awali dengan kopi pahit

Energi romusha-ku selalu bangkit



Jakarta, 28 Agustus 2021


Baca >>

25 September 2020

Puisi: Jangan Bloon

Hidup jangan hanya menonton

Sudah begitu, monoton

Jangan sampai jadi bloon

Sebab hidup seharusnya move on


Jakarta, 25 September 2020

Baca >>

19 September 2020

Dunia dalam Kata-kata



Di saat dunia sedang dilanda bencana,

telah banyak nyawa terenggut olehnya.

Lalu tuan seenaknya saja,

cuan, cuan, dan cuan, masih jadi topik utama.

Dan masih,

banyak yang bersorak gembira mendukung anda.

Hmmm,

harus kubuktikan dengan apa lagi supaya mereka melihat kecacatan moral itu?

Aku sudah tak bisa merasa, 

haruskah aku menyesal atau sedih atau kesal atau bahkan bahagia, 

semua itu tak akan mengubah dirimu yang bertahta tapi tak berkuasa.

Amarahmu hanya tipu daya belaka, 

hanya cukup sebagai bensin media, 

bukan sebuah kerja, kerja, kerja yang nyata.

Nyatanya kita terbuai oleh kata, bukan bukti nyata.

Ah sudahlah, 

kubur saja khayalanmu, 

tentang menyalip di tikungan dan melesat maju, 

itu hanya bunga tidur yang kau igaukan.

Kau terlalu sering mengigau dan kami sering berbunga-bunga.

Kita, tak ada beda, masih dalam harmoni yang sama. 


Jakarta, 19 September 2020





Baca >>

Cinta Itu Tak Terbatas



Jika cinta itu terbatas
Lalu kenapa ia bebas
Datang begitu deras
Tanpa melihat apakah itu pantas

Jika cinta itu terbatas
Aku ingin mencintaimu saja
Sebab padamu, cintaku tak terbatas


Jakarta, 19 September 2020 
Baca >>

09 March 2019

Segelas Kopi



Cukup saja denganmu,
meski pahit,
namun tak membuatku jemu



(Jakarta, 26 Oktober 2018)
Baca >>

Sepeda Kayu


Sepeda kayu
Seharusnya kau tak merayu
Tak perlu juga senyum itu
Atau, sekedar lirikan mata itu
Sebab aku, hanya akan menederita rindu

Sepeda kayu
Engkau lah saksi bisu


(Jakarta, 24 Oktober 2017)
Baca >>

Senja di atas Langit Jakarta


Senja di Atas Langit Jakarta (Jakarta, 7 Januari 2017, Waktu Senja)

Jadilah indah seperti langit,
yang dalam sunyinya,
tak pernah berhenti menampakkan keindahannya di kala senja.
Baca >>

12 June 2018

Di Dalam Kereta Jakarta-Purwakarta

Ke Purwakarta aku kembali
Kota yang teramat asing bagiku
Entah, mungkin karena baru sekali
Atau memang Tuhan menghendaki tujuan keretaku ke sana
Hingga dua kali kubaca tulisan di tiket kereta
Benar: Stasiun Purwakarta

Baca >>

23 November 2017

Wahai Ketua Umum Partai Golkar

Rasanya aku ingin berkata kasar
Sebab aku sudah gusar
Menyaksikan dramamu yang tak kunjung kelar
Kau anggap korupsimu hanya kelakar
Baca >>

09 May 2017

Jagoanku

Jagoanku,
Meskipun kalah
Jangan pernah patah,
Jangan pernah menyerah.

Baca >>

01 February 2017

Kantong Mata

Selamat pagi kamu
wahai kantong mata yang makin menebal
kian hari kian mengekar
dan dengan egois menggusur tempat pipi tua itu
menambah sempit mata sayu itu
hingga memandang pun tak lagi terang
tertutup risau dan takut
pada kebenaran
pada keadilan
yang seharusnya waktu itu
kau tegakkan, kau jadikan Tuhan, bukan?
Baca >>

02 January 2016

Aku Ingin Pulang

Bukannya aku menyerah
Atau lari dari semua masalah
Tetapi aku hanya ingin pulang
Mengubur semua harapan
Agar aku tak terlalu bermimpi indah di kala tidur malam
Agar aku menyadari
Bahwa aku ingin pulang
Kembali ke suasana sejuk yang telah hilang
Kembali ke jalan terjal namun tentram
Baca >>

31 August 2012

Air Surga-ku

Setiap pandangan matamu
Adalah warna yang berbeda
Begitu juga yang lainnya
Karena aku bukan emas yang disukai
Tapi aku batu hitam yang terbuang

Setiap sel sarafku memikirkanmu
Dan yang lainnya
Memikirkanku
Akan aku di matamu dan lainnya
Memberi cahaya yang mungkin menggelapkan
Bagimu, karena pikirmu tentang ku

Nantinya
Sedikit impuls pada sarafmu
Akan mengatakan padamu
Bahwa jalan pikiranku
Adalah air surgaku padamu
Dan pada yang lainnya

Aku hanya menunggu saat-saat itu
Saat pikirku habis,
Tapi takkan habis air surgaku mengaliri kerongkonganmu
Dan hatimu berkata,
"Aku butuh air surgamu"
Baca >>

22 July 2012

Aku Masih Percaya Itu

Mengira kau adalah dewiku
Membuat ku memikirkanmu
Seakan menangkapmu saat kau terjatuh
Menangkap setiap butiran air matamu

Pikirku melayang
Mungkin aku sudah jatuh
Dalam permainanmu

Setiap apa yang kau bisik
Aku percaya itu
Setiap apa yang kau lihat
Aku percaya itu
Setiap apa yang kau dengar
Aku percaya itu
Dan aku masih percaya itu

Besok mungkin bulan tak seindah malam ini
Saat kau coba mengotak-atik
Apa yang di pikirku
Dan membalikkan pandanganku
Ke bintang itu
Yang jauh dan menghilang
Baca >>

10 July 2012

Hatiku, Pikirku, Padamu

Bukan perasaan yang sering ku korbankan
Namun kemunafikan itu selalu menipuku
Kekecewaan bukan berarti musuh yang aku hindari
Kejujuran bukan selalu aku dekati
Munafik itu mungkin tuhan kalian
Tapi aku hanya orang yang benar
Benar-benar dalam kemunafikan

Sekarang, aku takkan malu
Karena malu adalah penyesalan
Hanya sekedar berbuat seperti apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu

Tak bisa kupungkiri
Terus terang mungkin melegakan
Munafik itu menyakitkan
Menahan apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Adalah menyakitkan
Adalah penyesalan

Munafik itu bukan strategi
Mencari cinta sejati
Berburu cinta sejati adalah
Mengungkapkan, apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Bukan mendustainya

Aku adalah seburuk-buruknya manusia
Yang mencoba untuk selalu mengungkapkan
Apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Meski tak seutuhnya
Semua akan jadi milikku
Karena mungkin Tuhan menciptakanmu bukan untukku
Dirinya bukan untukku
Apapun bukan untukku
Tapi Tuhan menciptakan
Apa yang dikata
Hatiku
Pikirku
Padamu
Adalah benar
Baca >>

02 June 2012

RaSa Hati-ku

Ku tengok setiap lorong keindahan dalam hatiku
Terlihat terang dan indah dalam memoriku
Masa lalu
Yang selama ini ingin dilupakan

Namun, apakah kau tahu RaSa Hati-ku
Bahwa selama ini aku rindu
Setiap hidup yang aku tuju
Selalu berakhir di ujung RaSa Hati-ku
Setiap cinta yang menghampiriku
Tak seindah bersama RaSa Hati-ku

Jika kau tahu RaSa Hati-ku
Penyesalan membuka mataku
Bahwa aku butuh kamu
Untuk hidupkan RaSa Hati-ku

Ku tahu, hatimu tak lagi satu
Aku pun juga tak satu
Namun, jika kau tahu RaSa Hati-ku
Ku rela menghapusnya
Dan kembali menulis cerita bersamamu

Ku sadar
Kau adalah melati pertama yang aku petik
Yang aku impikan
Dan selalu ku perjuangkan
Dan RaSa Hati-ku
Masih sama kuatnya seperti dulu
Meski, beribu gelombang menerjangku
Tak sekuat getaran cintaku padamu
Duhai RaSa Hati-ku

Baca >>

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi