Showing posts with label Suara Hati. Show all posts
Showing posts with label Suara Hati. Show all posts

08 December 2025

Jangan Cepat Menua

 

Hari-hari ini

Diam-diam ku memandangimu

Dalam benakku

Cantik juga kamu

Entah, 

mungkin perasaan yang mendorong begitu


Akan tetapi

Setiap ku memandangimu

Sayatan demi sayatan pengalaman

Nampak jelas dalam tatapanmu

Kian hari

Kian menggontai langkahmu


Waktu terus berjalan

Begitu juga kamu terus melangkah kedepan

Meski aku berharap kamu singgah sebentar

Tapi ternyata mengejarmu aku terkapar


Andai ada waktuku

Menyandarkan mahkotamu di bahu

Aku akan berbisik

“Jangan cepat menua, tunggu aku, berlarilah bersamaku…”


Jakarta, 08 Desember 2025

Prabangkara

Baca >>

21 January 2020

Memelihara Lupa



Sejak waktu membuat kita lupa
Banyak cerita yang tak memiliki suasana
Atau hanya bagian semu
Sebatas khayalan di dalam halusinasi kita

Kita,
Mencoba membuat segala hal tampak sederhana
Kenyataannya, aku masih terluka
Tak terkecuali kamu jua

Kita,
Lebih suka memelihara lupa
Sampai api menjadikanmu abu
Sampai tanah melahap ragaku
Sampai waktu meninggalkan kita



Jakarta, 21 Januari 2020
Baca >>

10 February 2019

Tenggelam


Pernah aku pergi ke Mahameru
Sunyi, sepi, aku
Menyatu pada matahari
Menyatu pada akar rumput
Yang dengan liarnya
Merambat pada segala penjuru

Lalu kuhirup dalam-dalam aroma rindu
Dari tanah lembab di sekelilingku
Hingga bertemu pada pohon yang selalu berayun
Melambai, merayuku untuk bercerita
Tentang keluh dan sedih
Lalu ia memelukku dalam tangis kelegaan
Dan membiarkan rahasia itu tetap tinggal di sana
Terkubur bersama serasah
Tenggelam bersama gelisah
Supaya... ia tak menjadi harapan yang membusuk
Saat kubawa kembali pulang
Yang sebentar lagi, aku lupa


(Jakarta, 10 Februari 2019)
Baca >>

29 December 2016

Seperti Puisi

Aku ingin mencintaimu seperti puisi
Yang bersembunyi dibalik kata
Yang indahnya tak terdefinisi
Yang tulusnya tanpa makna
Yang merdunya tanpa nyanyi
Cukup senda guraunya saja
Baca >>

25 September 2016

Aku Ingin Seperti Robot

Aku ingin seperti robot
Yang bicara tak perlu ngotot
Yang melihat tanpa melotot
Yang berjalan tanpa otot
Sebab otot suka membelot
Baca >>

Kepulan Asap

Di hari-hari lelah kemarin
Aku ingin teriak nyaring
Mengumpat segala hal yang tidak penting
Seperti lompat ke sungai kering

Aku benci hari kemarin
Dan juga hari ini
Sebab selalu ada hal yang membatasi
Baca >>

29 June 2016

Selamat Pagi

Aku adalah pagi
Yang menjelma dalam dingin
Memeluk erat kemalasanmu
Bersama kantuk yang menjalu semangatmu
Kian waktu kian menggancu mimpi
Sampai habis waktu karyamu.
Baca >>

22 May 2016

Jika Waktu Telah Usang

Jika waktu telah usang
Masihkah ada tersisa di hatimu?
Sebuah rasa kasih sayang
Atau hanya dendam yang membiru
Tersulut hati bila dikenang
Menyayat diri dengan sembilu
Baca >>

23 March 2016

Terjebak Luka

Hujan kini mereda
Diiringi luka yang kian merana
Menahan sakit yang tak terkira
Sebab hati tak pernah terima
Baca >>

04 March 2016

Hujan di Akhir Februari

Entah kenapa
Sebuah rasa bercokol terlalu dalam
Menghunjam dan tersangkut
Menggelayut pada ranting rapuh
Lalu, terperosok dalam jurang bayang-bayang
Menjerembabkan suasana riang
Dalam sedih kerinduan
Baca >>

03 February 2016

Tuhan, Tolong Jangan Beri Aku Itu

Sebuah tanda
Yang merisaukan jiwa
Menganggu rasa

Sebab kegelisahan membuka mata
Mencegah ia terlelap

Baca >>

02 January 2016

Aku Ingin Pulang

Bukannya aku menyerah
Atau lari dari semua masalah
Tetapi aku hanya ingin pulang
Mengubur semua harapan
Agar aku tak terlalu bermimpi indah di kala tidur malam
Agar aku menyadari
Bahwa aku ingin pulang
Kembali ke suasana sejuk yang telah hilang
Kembali ke jalan terjal namun tentram
Baca >>

12 October 2015

Ketidakpastian yang Aku Tunggu

Terdengar degup jantung ketidakpastian,
menunggu sebuah suara yang enggan merintih.

Namun tetap saja terselip tanya
"Baikkah kau di sana?”
“Masihkah kakimu berdiri tegak?”
“Atau telah roboh diterjang badai?"
Baca >>

20 September 2015

Tebal

Segala yang tertulis
Tak pernah tampak oleh kasat mata
Hanya sebuah cerita yang tersirat
Di sela-sela kisah hidup yang lain
Di sela-sela canda tawa yang lain
Adalah sedih yang menghunjam
Menulisnya setiap hari
Baca >>

22 March 2015

Gumpalan Kata


Ada yang tercekat di leherku
Seperti kata, frasa, yang tak tahu dosa
Mungkin takkan terucap melalui nada
Selamanya

Sebab, itulah aku
Bergumul dalam sebuah harapan hampa
Menerpa badai yang kian agam
Menahan mata mengerjap sendu

Sedang jiwaku terkelapai
Mencegah asa...
Merajut lupa...
Baca >>

10 January 2015

Terkekang

Apa jadinya bila aku bicara
Tentang sebuah senyuman menarik mata
Tentang hati yang terlanjur merasa
Kekalutan namun bahagia
Baca >>

09 January 2015

Untuk Apa

Untuk apa aku berdiri
Jika hanya menunggumu pergi

Untuk apa aku berhenti
Jika hanya menunggumu lari

Untuk apa aku meneduh lagi
Jika hujan telah membasahi
Baca >>

21 December 2014

Deretan Kata Tak Terbaca

Ada deretan kata
Yang penuh makna
Namun tak terbaca
Terselip di antara ribuan kalimat
Yang menyimpul di sudut bibir
Baca >>

20 December 2014

Kebodohanku

Aku terlalu naif
Sebab aku beringsut
Mendekati kebodohan
Yang membahagiakanku
Yang menelanjangi senyumku

Baca >>

17 May 2014

Tak Pernah Berhenti (RaSa Hatiku VII)

Aku tersenyum sepi bersama lantunan musik yang menerpa dinding-dinding kamar.
Adalah rekaan tentang wajahmu
yang membuat decit kipas angin bercerita sunyi.
Sementara detik jam dinding menungguku,
menghitung mundur layaknya bom akan meledak.
Aku yang enggan beranjak,
masih dalam spektrum yang sama dengan ronamu.
Walau aku terasing.
Baca >>

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi