Tenggelam

Pernah aku pergi ke Semeru
Sunyi, sepi, aku
Menyatu pada matahari
Menyatu pada akar rumput
Yang dengan liarnya
Merambat pada segala penjuru

Orang-orang Terpelajar

Kita adalah sebagian dari orang-orang terpelajar
Dahulu rajin belajar
Hanya saja bukan berusaha menjadi orang yang benar
Tetapi susah payah ingin menjadi orang yang pintar
Dan juga tenar

Sebatang Kaktus

Bilamana waktu terhenti lama
Terkenang rindu mendekap jiwa
Menjerit pula di dalam kalbu
Menahan rasa ingin bertemu
Entah, Desember ini seperti menunggu

Senja dan Rasa

Mengapa suka menatap senja
Apakah sebab indah tampaknya
Ataukah bisa melihat penciptanya
Adalah warna
Manifestasi dari rasa cinta
Yang menggores cakrawala

Wahai Ketua Umum Partai Golkar

Rasanya aku ingin berkata kasar
Sebab aku sudah gusar
Menyaksikan dramamu yang tak kunjung kelar
Kau anggap korupsimu hanya kelakar

Sebuah Argumen

Tak terasa kita pun hanyut,
tenggelam dalam rasa ego,
memenangkan kepuasan,
yang terkadang buas,
mencabik dan merobek sebuah ikatan.

Drama

Siang ini,
Mentari tak terasa teriknya,
Sebab terhalang oleh kokohnya genteng rumahmu.
Namun, ada rasa terik yang menggenting,
Meliputi seisi rumahmu,
Teriakkan yang meronta,
Sebenarnya mendefinisikan sedih.