Galeri Puisi

Tuesday, August 4, 2020

Badai Pasti Berlalu

Badai pasti datang
mengombang-ambingkan perahu
takut dan ragu pasti mendera kalbu.
Tetapi,
yakinlah
badai juga pasti berlalu.


Jakarta, 04 Agustus 2020
Baca >>

Wednesday, July 22, 2020

Senja dan Cerita

Senja adalah cerita indah yang selalu tertunda, 
sebab ia segera sirna, 
sementara kita masih mengeja kata-kata,
tertahan risau yang menganggu jiwa.

Lupakan aku, lupakan aku


Jakarta, 22 Juli 2020
Baca >>

Sunday, May 31, 2020

Waktu


Waktu
Adalah penjara abadi
Yang tak pernah kita sadari
Menahan wujud kita dalam dimensi searah
Memaksa kita menuju ke titik berikutnya
Dimana mustahil untuk kembali ke titik sebelumnya

Waktu
Mencegah kita mengintip hari esok
Mencegah kita mengacaukan masa lalu
Mengurung kita sekarang
Entah dalam penyesalan
Atau rencana-rencana khayalan

Wahai Tuan Waktu
Kami berserah padamu


Jakarta, 31 Mei 2020
Baca >>

Saturday, February 1, 2020

Terpenjara

Rindu ini menyiksaku
Menahanku pada rasa
Bersalah atau bahagia
Tak dapat dibedakan lagi
Walau pasti akan bertemu

Rindu ini menyiksaku
Menahanku pada kamu
Yang sekarang masih dalam angan-angan
Masih dalam harapan
Yang sebentar lagi mungkin terucap
Atau hilang begitu saja
Tak layak untuk dibalas ataupun dibahas



Jakarta, 1 Februari 2020
Baca >>

Tuesday, January 21, 2020

Memelihara Lupa

Sejak waktu membuat kita lupa
Banyak cerita yang tak memiliki suasana
Atau hanya bagian semu
Sebatas khayalan di dalam halusinasi kita

Kita,
Mencoba membuat segala hal tampak sederhana
Kenyataannya, aku masih terluka
Tak terkecuali kamu jua

Kita,
Lebih suka memelihara lupa
Sampai api menjadikanmu abu
Sampai tanah melahap ragaku
Sampai waktu meninggalkan kita



Jakarta, 21 Januari 2020
Baca >>

Thursday, November 14, 2019

Manusia Setengah Jiwa


Setengah jiwaku telah lama pergi
Mengejar mimpi, katanya pasti
Mengejar surga dengan emosi
Kecantikan bidadari telah menggoyahkan hati

Aku, mengatur takdir setelah mati


Jakarta, 14 November 2019
Baca >>

Tuesday, November 12, 2019

Buih yang Menguap


Waktu itu kita tak sedang saling membenci
Bertukar asa dan intuisi
Melepas rindu tanpa basa-basi
Kita, berada dalam harapan yang berefleksi

Lalu, waktu hanyalah buih yang menguap
Menghalau pelangi meninggalkan lembab
Tak terasa, kita sekarang terjerembab
Dalam benci yang mendekap

Mungkin, esok kita kembali bercakap


Jakarta, 12 November 2019
Baca >>

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi