Metagenesis Cinta

(sebuah puisi cinta)


Terlintas di ranah pikiranku
Tentang emosi hasrat bertalu-talu
Akan indah cinta bilang begitu

Menggeliat dan menusuk-tusuk
Mengiringi detak jantungku
Perlahan menutup mata hati
Bagaikan peristaltik di kerongkongan
yang kehausan menahan kering dan layu

Hingga akhirnya meraba-raba di otak
Terlihat indah kian membuai hati
Hingga akhirnya jatuh dan basah
Basah, basah, dan basah
Dalam tangis penyesalan

No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!