Tuesday, July 9, 2019

Di Seberang Jembatan


Dan malam tetap dalam sunyinya,
Riuh gaduh hanya milik manusia,
Sementara,
Kita berada di seberang jalan,
Di antara kita terdapat jembatan panjang,
Yang diliputi lubang-lubang aspal,
Menganga, seperti rindu makan,
Kita tak mungkin mendekat,
Sebab di bawah jembatan terlalu banyak ketidakpastian,
Dan apabila kita memaksa mendekat,
Butuh pengorbanan dan keikhlasan melampauinya.


(Jakarta, 09 Juli 2019)

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi