Tuesday, February 12, 2013

Kekasih Dalam Penantian

Aku melihat harapan di matamu,
Namun, akan segera sirna di ujung rasa rindumu yang tak bertahta

Aku berada di dalam reruntuhan istana cintamu,
yang kau bangun begitu megah di hatimu.

Dan aku, masih terngiang-ngiang
suara sepimu di kala senja menenggelamkan waktu
Sejak senja sejuk sejauh jari-jemari sejejak-jejak jawaban janggal, Januari lalu

Sementara sunyi senyap sayup-sayup membisikkan nada-nada keputus asaan,
Sabar kekasih.

Hingga malam melupakan bulan dan bintang,
hanya betabur hujan,
mendesis-desis kesunyian.

Aku datang menyibak hujan yang mengalir deras dari kedua matamu
Namun tak cukup luas kedua tapak tangan ini,
untuk menangkap seluruh butirannya.

Kekasih yang menanti keabadian,
Biarkan,
Biarkan Tuhan yang membangun istana cinta di jiwamu.

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi