Monday, July 15, 2013

Elegi di Kala Fajar Menyingsing

Pagi ini adalah saksi ketika tak ada alarm lagi berdering
mengucapkan selamat pagi.
Hanya saja detik jam terdengar lebih kencang,
yang biasanya jengah untuk menyuarakan suara sumbangnya.
Dan hati ini selalu luluh dalam peluh keangkuhan,
mengabaikan suara-suara dari detik waktu
yang sedang sendu dalam penantian.
Lihatlah, bukan dengan matamu,
tetapi, dengan hatimu,
karena kita akan melihat keindahan,
hingga petang yang taram temaram.

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi