Friday, March 4, 2016

Hujan di Akhir Februari

Entah kenapa
Sebuah rasa bercokol terlalu dalam
Menghunjam dan tersangkut
Menggelayut pada ranting rapuh
Lalu, terperosok dalam jurang bayang-bayang
Menjerembabkan suasana riang
Dalam sedih kerinduan

Entah kenapa
aku selalu merindukanmu
di saat hujan menetes dari batas cakrawala
seolah ia bercerita
tentang fana, dan harapan manusia
yang terakumulasi dalam jiwa-jiwa kosong
lalu membuncah, memenuhi sungai-sungai logika
yang mengalir begitu deras
sederas hujan di akhir Februari

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi