Kita Terlahir dari Desahan Kenikmatan

Ingatkah engkau saat kau masih enggan
menjaga santun dan kekakuan
mencegah kaki agar tak berdiri
terlalu munafik dalam opini.

Ingatkah engkau
saat hidup tak ada pilihan
saat pikiran tak lagi jalan
hanya sebuah kenikmatan yang membentang
dan mengguncang
Memasungmu dalam indah lekukan
Sungai-sungai yang membelah gunung, hutan, dan sawah-ladang
Dimana setiap air terjunnya mencucurkan air kepuasan.

Ingatkah engkau
saat kau berlari-lari kecil
di lorong-lorong yang licin
menerobos segala rintangan
saat desahan makin menghilang.

Ah, kita terlahir dari desahan kenikmatan
yang mendefinisikan nama tuhan
serta mengagungkan-Nya
dalam irama desahan.

No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!