Hujan di Akhir September

aku ingin menjadi hujan
yang menghapus mendung pekatmu
mencerahkan langit soremu
menghangatkan kulitmu dengan mentariku
memekarkan bunga di bibir sayu itu
hanya saja,
bilamana hujan itu turun tanpa halilintar?
gelegarnya, menderap-derap getar genting rumahmu
suaranya, bagaikan tangan yang menerkam telingamu
memekik, menjerit, menakutkan,
bagai raksasa yang ingin menelan bumi
lidah apinya menjulur dari langit gelap
di hadapanmu
di atas langit kehidupanmu
di antara kaki yang menyibak air
entah: air hujan atau air matamu




No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!