Kantong Mata

Selamat pagi kamu
wahai kantong mata yang makin menebal
kian hari kian mengekar
dan dengan egois menggusur tempat pipi tua itu
menambah sempit mata sayu itu
hingga memandang pun tak lagi terang
tertutup risau dan takut
pada kebenaran
pada keadilan
yang seharusnya waktu itu
kau tegakkan, kau jadikan Tuhan, bukan?

Oh, kantong mata yang makin menebal
akarmu menancap kuat di otak kanan
hingga kamu lebih sering berkhayal
tentang negeri yang kau cekik
akan tetap diam dan membisu
dalam kendali tangan-tangan guritamu
yang kini putus satu persatu dari tubuhmu
tercecer, terhempas seperti debu
Sungguh sayang,
otak kirimu tak lagi secerdas dahulu,
logikamu kini tumpul,
telah terkikis nafsu yang membabi-buta
waktu itu,
sebelum kau lemah
dan menjelma menjadi ubur-ubur.

Sungguh, aku prihatin padamu
mantan guritaku
begitu lelah hidupmu kini
cuit sana cuit sini
alih-alih menjaga harga dirimu.
Palsu.


No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!