Sunday, September 10, 2017

Sebuah Argumen

Tak terasa kita pun hanyut,
tenggelam dalam rasa ego,
memenangkan kepuasan,
yang terkadang buas,
mencabik dan merobek sebuah ikatan.

Lalu kita bersedih,
terbenam dalam penyesalan,
tenggelam dalam genangan air mata,
dan hati kita resah,
malu mengaku salah,
malu untuk mengalah,
lalu kita kalah,
pada sebuah argumen,
yang tajam menghunjam,
hati kita yang lemah,
dalam kesedihan,
yang tak berkesudahan.


Jakarta, 10 September 2017

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi