Saturday, August 28, 2021

Puisi: Cinta Terlampau Rumit

 


Tenggelam ragaku

Di antara gedung-gedung pencakar langit

Bergulat dengan cinta yang rumit

Mencintai hidup atau duit

Keduanya menjagaku tetap bangkit

Mengetuk-ngetuk jiwa yang telah lama sakit

Karena lelah memikul beban selangit

Serta bertahan dalam kondisi yang sulit

Terhimpit

Mewujudkan mimpi para bandit

Sementara mimpiku sendiri, 

Hanya termanifestasi dalam kredit


Aku mencintaimu wahai mimpi yang rumit

Siang malam sudah tak mampu ku menjerit

Sebab pagi ada harapan duit

Meski harus ku awali dengan kopi pahit

Energi romusha-ku selalu bangkit



Jakarta, 28 Agustus 2021


0 comments:

Post a Comment

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi