Saturday, January 5, 2013

Satu Langit Satu Hujan


(Rasa Hatiku V)


Masih dalam penantianku
Aku tak lelah dalam hancurnya harapan
Berdiri dalam kemustahilan
Tapi aku bisa terbang
Melayang-layang dalam bayangan


Ada...
Dan terus ada..
Keyakinan ini telah menjadi paku
Menancap kuat di relung hati
Dan masih terus membayang dalam lamunanku

Andai kita berada pada satu langit satu hujan
Maka biarkan hujan membasahi pelataran hatimu, hatiku,
Penuh air kasih sayang.

Biarkan arusnya mengikuti palung hatimu
Memanjakanmu dalam gemericik hujan
Mewarnai wajahmu dalam senyum yang tersembunyi

Tersentaklah aku
Tiba-tiba datang pesan darimu
"jangan menanti sesuatu yang tidak pasti".
Oh..
Tiap kali kau mengingkari hatimu

Apakah aku dalam penantian yang salah?
Aku rasa tidak
Wajahmu masih memenuhi langit-langit hatiku.
Dan aku,
Bukan orang yang mudah untuk menyerah

Krilililing….
Datang lagi pesanmu,
"bukankah kita dulu sudah sepakat untuk jalani hidup msing-masing?,
Sungguh,
aku hanya tak ingin,
hubungan kita jadi tidak baik."
Dan akupun menjawab

Ya,
Maka jalan hidupku adalah memperjuangkanmu untuk kembali padaku.
Dan jalanmu adalah membahagiakannya
Dan biarkan saja aku di jalanku
Maka aku hanya berharap kau akan membahagiakanku,
Lagi.

Dan kau hanya diam
Terdiam dalam pesanku
Berat hati membalasnya
Atau mungkin dalam keraguanmu
Aku masih tarlalu sulit dimaafkan

Kau,
Membiarkan beberapa puisiku tak terjawab
Hanya membeku dalam penantianku
Atau mungkin hanya seonggok tulisan yang membosankan

RaSa Hatiku,
Aku tahu,
Kau pun juga ingin satu langit satu hujan bersamaku
Menuju hari-hari cerah itu lagi
Untuk melihat sekelompok bintang yang sama
Yang terangkai dan membalut senyum manismu
Dengan penuh keyakinan
Badai dan petir pasti berlalu

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi