Wednesday, January 2, 2013

Pesan Ibu

Tak henti bibirmu berucap
Memberi batas-batas kasih sayang
ratusan kali,
ribuan kali,
tak terhitung lagi,
tak ada kebosanan.
Meluruskan kaki-kaki anakmu
Menegakkan badan anakmu
Membuka mata ini
Agar selalu dalam harapanmu
Mengangkat dagu ini

Dalam keakuanku
Aku menangis
Kesedihan yang tak berujung
Aku belum mengabdi padamu
Sering aku di luar pandanganmu

Ibu..

Kini aku tak sering mendengar nasihatmu lagi
Tetapi…
Masih jelas dalam benakku
Ketika bibirmu berucap
Agar aku hidup
Dalam bait-baitmu yang sederhana
Perjuangan yang tak kunjung henti
Keprihatinan yang mendalam
Dan dalam kasih sayang
Aku mengenal dunia
Dalam hati yang tunduk
Yang penuh kesantunan

Ibu…
Kasihmu tak berbalaskan
Nafas yang kau perjuangkan ini
Masih saja dalam jalan-jalan yang kau khawatirkan
Dalam lintasan-lintasan yang licin
Yang menjatuhkan harapanmu
Menguras air matamu

Terisaklah aku menangis, ibu,
Mengingat ketika aku dalam dekapanmu
Mendengar pesanmu:
"Nak, siapa yang akan mengangkat derajat ibu
Di saat ibu menghadap tuhanmu, tuhan kita??
Hanyalah anak-anaknya
Hanyalah anak-anaknya
Kau dan saudaramu.
Iya, kau
Dan saudaramu
Maka jadilah kau manusia yang bermanfaat
Jadilah apa yang menjadi mimpimu,
Ibu yang dalam doa,
Hanya bisa brsyukur Tuhan masih mengingatkan anakku,
Untuk menjaga hati ibunya.
Tak ada jalan yang gelap anakku,
Doa ibu adalah cahayanya,
Ibu akan selalu mengirim lampu-lampu doa pada jalanmu,
Yang benar dan ikhlas"

Dan kau pun menepuk pundakku ibu…
Dan mencium kening ini,
kening yang redup,
yang selalu takut pada dunia,
jika tanpamu ibu.

"Jangan takut anakku,
Dunia tidak lebih luas dari meja belajarmu,
Yang dapat kau coret-coret,
Gambarlah padanya semaumu.
Tetapi…
Jangan kau berkuasa atas ia,
Rendahkan hatimu,
Pelankan ucapanmu,
Bahagiakan orang-orang di sekelilingmu,
Hangatkan mereka,
Dalam keramahanmu,
Hancurkan hati yang terjal,
Landaikan tebing-tebing curam,
Maka dalam rasa yang sama mereka hidup." 

Ibu…
Kini aku bisa berkata
"Baik ibu,
Keyakinan telah menjadi langit hati ku,
Api membara di dadaku,
Dan aku siap membakar semua kemalasan dan ketakutanku."

Ibu…
Aku melangkah
Dalam doa dan semangatmu

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi