Wednesday, January 23, 2013

Air dan Palu


Aku datang membawa tanah,
Kau bawakan aku air
Aku datang membawa batu,
Kau bawakan aku palu

Terkikislah sudah.
Hancurlah sudah.


Aku datang membawa api biru,
Kau bawakan aku air
Aku datang membawa paku,
Kau bawakan aku palu

Padamlah aku.
Bengkoklah aku.

Aku datang membawa Tuhan,
Kau bawakan aku air
Aku datang membawa setan,
Kau bawakan aku palu

Hanyutlah imanku.
Bersenanglah aku.
Aku datang ketika lapar,
Kau bawakan aku air
Aku datang ketika kenyang,
Kau bawakan aku palu

Jadilah aku kenyang.
Dan aku semakin lapar.

Aku datang ketika siang,
Kau bawakan aku air
Aku datang ketika malam,
Kau bawakan aku palu

Aku ingin segera malam.
Malam yang lebih panjang.

Aku datang membawa benar,
Kau bawakan aku air
Aku datang membawa salah,
Kau bawakan aku palu

Arus pun membawaku salah.
Ketokan mengampuniku.

Aku datang di saat sedih,
Kau bawakan aku air
Aku datang di saat senang,
Kau bawakan aku palu

Bersenanglah aku.
Dan tak cukup kesenangan ini.

Aku datang ketika mati,
Kau bawakan aku air
Aku datang ketika hidup,
Kau bawakan aku palu

Kuburanku rapi.
Kuburanku istana.

Aku datang membawa jasadku,
Kau bawakan aku air
Aku datang membawa nyawaku,
Kau bawakan aku palu

Hidupkan aku lagi.
Nyawa tak berarti.

Berjalan di atas api, sama saja di atas es.
Berjalan di atas paku, sama saja di atas kasur.

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi