Kekasih yang Tak Terjangkau

Diksi-diksi indah pun tak dapat menjelaskan indahnya dirimu.
Sungguh, 
Aku terjebak dalam kata-kata dalam mengungkapkan indahnya dirimu.
Yang tak tersentuh.
Mungkin hanya melalui kematianlah aku mampu mewujudkanmu dalam benak ini.
Dan itu saja aku masih begitu hina,
meski aku dalam suciku menemuimu.
Karena suciku masih membawa sekarung debu hitam.
Debu yang melekat dalam jiwa suciku,
Yang akan luntur jika tersentuh kasihmu. 
Dan aku takut, sekarang, aku lalai, membayangkanmu dalam realitas.

Aku sadar,
Cinta itu tak terbatas pada dinding-dinding realitas yang fana.
Cinta itu tak sekedar menggenggam tangan dan melihat senyum manismu.
Juga bukan sekedar melihat paras indah wajahmu,
yang aku pun tak kan pernah sanggup menatapnya. 
Tapi aku, mencintaimu,
Sejak kau tanamkan benih cinta dalam jiwaku,
Bersama kebodohanku.

No comments:

Post a Comment

Give your comment friends!