Monday, September 23, 2013

Bila Kosong Itu Isi

Kosong bilang isi, isi bilang kosong.
Bila kosong itu isi, bukankah isi itu hanyalah kosong.
Mungkin lebih baik mengisi kekosongan atau mengosongkan yang isi.
Lalu kosong-kosong isi, dan isi-isi kosong.
Sebuah kosong memang memenuhi sebuahnya lagi yang isi.
Isi yang mengosong dan kosong yang mengisi.
Isi yang tertawa di antara senyum-senyum kosong.
Kosong yang percaya di antara ragu-ragunya yang isi.
Ya kosong, ya isi, lalu kosong, lalu isi,
isilah yang kosong, kosonglah yang isi.
Makanlah yang isi, lalu kosong, muntahkan yang kosong, lalu berisi.
Menyanyilah lagu-lagu kosong, sebenarnya isi.

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi