Saturday, October 5, 2013

Terbeku

Masihkah ada cahaya dalam gulita jiwaku?
Sementara tak ada lagi kelogisan dalam pikirmu.
Mendera aku dengan pisau-pisau
yang kau sendiri tak tahu dimana sisi tajamnya.
Aku hanya khawatir,
kelak kau akan menyesali keputusanmu,
dan saat itu aku sudah tak peduli.
Apa yang lebih baik dari pikirmu sekarang?
adalah kesadaran di balik penyesalanmu kelak.
Dan waktu hanya akan melewatkanmu begitu saja,
seolah ia sedang berlari dalam senyum bahagia.
Tidak ada kesedihan yang lebih mendalam kecuali kesadaran itu sendiri.
Dan mungkin hanya aku orang yang benar-benar serius menertawakanmu.

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi