Saturday, May 17, 2014

Aku adalah Semut

Aku adalah semut.
Di jalan, terjal, perang, aku sembunyi.
Di lereng, licin, curam, aku berlari.
Di jurang, dalam, sunyi, aku bernyanyi.
Ditikam, derita, sedih, aku berdiri.
Sebuah makna yang ingin kudapati,
atau kesia-siaan yang tak berujung.
Kebahagiaan,
adalah madu yang menenggelamkan semut di dalamnya.
Yang memuaskan dahaganya.
Yang memuaskan rasa laparnya.
Yang memuaskan hidupnya.
Hingga ia lupa jati diri,
lupa tentang hari-hari dimana ia selalu berdoa,
tentang harapan ibu, bapaknya,
tentang perjuangan ibu, bapaknya,
tentang otot ibu, bapaknya yang telah mengering,
sebab peluh keringat tak lagi dapat diperas lagi,
sebab peluh keringat mereka kini jadi air mata
kesedihan yang aku ratapi sendiri.

Aku,
adalah semut.
Di malam, gelap, dingin, aku mati. 

0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi