Sunday, July 13, 2014

Sesudah Ini

Hilang sudah rasa yang memporak-porandakan jiwamu, jiwaku,
atau hanya sebuah kiasan yang merajut waktu sepi tiada henti.
Sebab hidup hanya menunggu mati,
menunggu waktu senja yang abadi.
Menunggu waktu dimana ucapan tak terdengar lagi,
hanya sebuah isakan tangis yang masih terdengar lirih
dan perlahan sayup, lalu pergi.
Menunggu waktu yang mana seribu tanya mencumbui ubun-ubun ini
dan dengan asyiknya menari-nari tanpa nada, tanpa bunyi.


Disana…
Cahaya mungkin tak terlihat kilaunya lagi.
Redup, dan semakin redup,
seiring menuju satu jiwa,
ruh sejagat raya ini.

0 comments:

Post a Comment

© 2009 - Galeri Puisi, All Rights Reserved.

Designed by Galeri Puisi