Saturday, January 10, 2015

Terkekang

Apa jadinya bila aku bicara
Tentang sebuah senyuman menarik mata
Tentang hati yang terlanjur merasa
Kekalutan namun bahagia

Friday, January 9, 2015

Untuk Apa

Untuk apa aku berdiri
Jika hanya menunggumu pergi

Untuk apa aku berhenti
Jika hanya menunggumu lari

Untuk apa aku meneduh lagi
Jika hujan telah membasahi

Sunday, December 21, 2014

Deretan Kata Tak Terbaca

Ada deretan kata
Yang penuh makna
Namun tak terbaca
Terselip di antara ribuan kalimat
Yang menyimpul di sudut bibir

Saturday, December 20, 2014

Kebodohanku

Aku terlalu naif
Sebab aku beringsut
Mendekati kebodohan
Yang membahagiakanku
Yang menelanjangi senyumku

Friday, December 19, 2014

Bila Malam Menjelang 2

Dalam kegelapan malam
Sebuah pekikan tangis yang mencekam
Menggema di seluruh penjuru

Cahaya api masih menyala-nyala
Berusaha menampakkan kebengisannya
Membakar tirai gelap yang menutupi langit malam

Sunday, July 13, 2014

Sesudah Ini

Hilang sudah rasa yang memporak-porandakan jiwamu, jiwaku,
atau hanya sebuah kiasan yang merajut waktu sepi tiada henti.
Sebab hidup hanya menunggu mati,
menunggu waktu senja yang abadi.
Menunggu waktu dimana ucapan tak terdengar lagi,
hanya sebuah isakan tangis yang masih terdengar lirih
dan perlahan sayup, lalu pergi.
Menunggu waktu yang mana seribu tanya mencumbui ubun-ubun ini
dan dengan asyiknya menari-nari tanpa nada, tanpa bunyi.

Saturday, May 17, 2014

Aku adalah Semut

Aku adalah semut.
Di jalan, terjal, perang, aku sembunyi.
Di lereng, licin, curam, aku berlari.
Di jurang, dalam, sunyi, aku bernyanyi.
Ditikam, derita, sedih, aku berdiri.
Sebuah makna yang ingin kudapati,
atau kesia-siaan yang tak berujung.
Kebahagiaan,